Merajut Empati di SLB & SLB-C Dharma Wanita Pare: Aksi Nyata Siswa-Siswi SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School

Merajut Empati di SLB & SLB-C Dharma Wanita Pare: Aksi Nyata Siswa-Siswi SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School

KEDIRI – Suasana di SLB-C Dharma Wanita Pare tampak berbeda dari biasanya. Gelak tawa dan diskusi hangat memenuhi sudut-sudut kelas saat rombongan siswa dari SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School hadir untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Bukan sekadar kunjungan formal, kehadiran mereka adalah untuk membaur, belajar, dan meruntuhkan sekat perbedaan dengan teman-teman berkebutuhan khusus (SLB dan SLBC).

Inisiasi Kepemimpinan dan Sinergi Antar-Lembaga
Kegiatan pengabdian masyarakat yang inspiratif ini merupakan program yang diinisiasi langsung oleh Plt. Kepala SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, Bapak Ahmad Riziq Mubarok, S.Pd, Gr. Program ini dapat terlaksana berkat kerja sama yang erat dengan Kepala SLBC Dharma Wanita Pare, Ibu Dewi Nurmasari, S.Pd.
Hadirnya program ini secara khusus dirancang untuk mengisi waktu luang para siswa kelas 12 setelah menempuh ujian akhir. Bapak Ahmad Riziq Mubarok menjelaskan bahwa tujuan utama dari inisiasi ini adalah untuk membekali peserta didik SMA Dharma Wanita 1 Pare agar merasakan pengalaman di dunia kerja yang sesungguhnya. Melalui interaksi langsung ini, siswa diharapkan tidak lagi merasa "kaget" saat nanti terjun ke masyarakat yang heterogen dan penuh tantangan.

Sinergi Kreativitas dalam Persiapan LKS
Sepanjang hari, para siswa dari kedua sekolah ini larut dalam berbagai aktivitas produktif. Fokus utama kegiatan kali ini adalah mendampingi teman-teman SLB yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Lomba Kompetensi Siswa (LKS).
Di ruang praktik, nampak kolaborasi yang sangat baik saat siswa SMA Dharma Wanita 1 membantu persiapan lomba tata rias. Jemari terampil siswa SLB didampingi dengan sabar, menciptakan riasan yang memukau. Di sudut lain, konsentrasi tinggi terlihat pada pengerjaan kriya dan seni menghias karangan bunga.

Siswa SMA Dharma Wanita 1 Pare turut membantu memilah material dan memberikan semangat agar hasil karya teman-teman SLB tampil maksimal dan penuh estetika.
Tak hanya soal kompetensi, kebersamaan ini juga diwarnai dengan momen hiburan. Suara merdu terdengar dari ruang seni saat mereka menyanyi bersama, saling berbagi nada tanpa mempedulikan keterbatasan. Keceriaan semakin memuncak saat sesi bermain bersama dilakukan di halaman sekolah, menciptakan ikatan persaudaraan yang tulus.
Belajar "Bahasa Hati" Melalui Isyarat
Salah satu momen paling berkesan adalah saat siswa SMA Dharma Wanita 1 Pare  mencoba belajar bahasa isyarat. Dengan bimbingan guru dan siswa SLB, mereka belajar berkomunikasi menggunakan gerakan tangan. Pengalaman ini menyadarkan para siswa bahwa komunikasi tidak selalu tentang suara, melainkan tentang pemahaman dan kemauan untuk mendengarkan dengan hati.


Pesan Inklusi dari Ibu Dewi
Kepala Sekolah SLBC, Ibu Dewi, dalam sesi wawancara memberikan pernyataan yang sangat menyentuh. Beliau menegaskan bahwa masyarakat perlu mengubah pola pikir (mindset) dalam memandang anak berkebutuhan khusus (ABK).
"Mereka tidak perlu dikasihani, karena rasa iba seringkali justru membatasi ruang gerak mereka. Yang mereka butuhkan adalah ruang publik dan fasilitas yang ramah. Ketika bertemu mereka di jalan atau tempat umum, tolong berikan senyum tulus, jangan pandangan sinis atau aneh. Dukungan moral sesederhana senyuman sangat berarti bagi kepercayaan diri mereka," pesan Ibu Dewi.

Tantangan dan Harapan Masa Depan
Senada dengan kepala sekolah, salah satu guru senior di SLB tersebut memaparkan tantangan dalam mendidik ABK. Menurutnya, setiap anak adalah pribadi yang unik dengan karakter yang sangat beragam.
"Tantangan terbesarnya adalah memahami karakter masing-masing anak yang berbeda-beda. Namun, prinsip kami satu: semua wajib mendapatkan porsi kasih sayang dan perhatian yang sama. Fokus kami sekarang adalah memikirkan bagaimana nasib mereka setelah lulus nanti. Itulah mengapa kami menggenjot pembekalan skill seperti tata rias, kriya, dan seni, agar mereka memiliki kemandirian ekonomi dan bisa terus berkembang di masyarakat," ungkapnya.

Menutup Hari dengan Rasa Syukur
Kegiatan pengabdian ini diakhiri dengan suasana penuh haru. Bagi keluarga besar SMA Dharma Wanita 1 Pare, hari ini bukan hanya tentang "memberi" bantuan, tetapi justru tentang "menerima" pelajaran berharga mengenai ketangguhan hidup.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran baru bahwa setiap anak, terlepas dari kondisinya, memiliki hak yang sama untuk berkarya, dicintai, dan mendapatkan tempat yang layak di tengah-tengah kita semua.

Laporan Oleh: Tim Humas SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School
Lokasi: SLB Dharma Wanita Pare, Kediri.

K E M I T R A A N