KEDIRI – SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School kembali menunjukkan komitmennya dalam mengasah soft skill dan kemandirian siswa melalui program Project Based Learning (PJBL). Kali ini, kelas X1 tampil beda dengan mengusung tema inovasi pangan berbasis probiotik, yakni pengolahan permen yogurt dengan sentuhan kearifan lokal bunga telang.
Proses Kreatif: Dari Fermentasi hingga Pewarna Alami
Dalam proyek yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan ini, fokus utama siswa terletak pada kedalaman proses pembuatan yogurt dari nol. Menariknya, Siswa memanfaatkan potensi tanaman di lingkungan sekolah, yaitu bunga telang, sebagai pewarna alami untuk memberikan visual biru yang cantik pada permen tersebut.
Pembimbing PJBL, Ibu Siti Fatimah, menjelaskan bahwa proyek ini dirancang untuk melatih ketangguhan mental siswa dalam menghadapi sebuah proses.
"Proyek ini melatih keterampilan dan semangat juang anak-anak. Mereka belajar bahwa mencapai sesuatu itu tidak instan. Semua ada prosesnya, seperti membuat permen yogurt ini; harus berhasil membuat yogurtnya dulu, baru kemudian masuk ke proses pengolahan permen," ujar beliau.
Kemandirian di Tengah Aturan Asrama
Salah satu poin penting dalam PJBL kali ini adalah dominasi peran siswa yang mencapai 75 persen, sementara guru hanya berperan 25 persen sebagai pendamping dan pengarah. Hal ini bertujuan agar peserta didik benar-benar melatih kemampuan teknis, koordinasi tim, dan pemecahan masalah secara mandiri.
Namun, status sebagai sekolah berasrama memberikan tantangan tersendiri. Adanya aturan keluar-masuk asrama bagi siswa membuat proses pemenuhan alat dan bahan masih harus melibatkan guru pendamping. Tantangan logistik ini justru menjadi ruang belajar bagi siswa untuk melakukan perencanaan yang lebih matang dan disiplin dalam manajemen waktu.

Misi Sosial: Inovasi untuk Masyarakat
Tak sekadar tugas sekolah, PJBL ini memiliki visi jangka panjang melalui program Community Service (CS). Para siswa membidik wilayah Kandangan daerah penghasil susu perah terbesar di Kabupaten Kediri sebagai sasaran pengabdian.
Plt. Kepala SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, Bapak Ahmad Riziq Mubarok, S.Pd, Gr., menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kontribusi sekolah terhadap lingkungan sekitar melalui inovasi yang berdampak.
Selain menjadi sarana untuk melatih keterampilan praktis dan mengasah ketajaman teknis siswa, program P-J-B-L ini dirancang untuk membangun mentalitas inovatif. Melalui agenda Community Service, kami hadir untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan pendapatan melalui inovasi yang disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing," ujar Bapak Riziq.
Beliau menjelaskan bahwa melalui penguatan kapasitas diri ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Sebagai contoh di Kandangan, potensi sapi perah sangat besar namun terkendala pada daya simpan susu segar. "Kami ingin berbagi ilmu dan mentransfer keahlian produksi agar masyarakat di sana mampu mengolah susu menjadi yogurt, bahkan menginovasikannya menjadi permen yogurt agar lebih tahan lama dan memiliki nilai jual tinggi."
Puncak Karya dan Pameran
Seluruh rangkaian proses riset dan produksi ini nantinya akan dipamerkan dalam ajang pameran hasil karya PJBL sekolah. Kegiatan ini diharapkan mampu membuktikan bahwa dari dalam asrama, para siswa SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School mampu melahirkan inovasi pangan yang solutif, memiliki jiwa kewirausahaan, dan siap memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Laporan Oleh: Tim Humas SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School
Lokasi: SMA Dharma Wanita 1 Pare, Kediri