Dari Kisah Pencari Kayu hingga Hadiah Gawai, Bupati Kediri Tegaskan Komitmen Kembangkan Potensi Anak-Anak Kediri hingga Jenjang Perguruan Tinggi

Dari Kisah Pencari Kayu hingga Hadiah Gawai, Bupati Kediri Tegaskan Komitmen Kembangkan Potensi Anak-Anak Kediri hingga Jenjang Perguruan Tinggi

PARE, KEDIRI — Suasana haru, bangga, dan penuh semangat menyelimuti SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School pada Kamis, 23 Juli 2026. Sekolah berasrama yang berada di bawah naungan Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Kediri dan diawasi langsung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri ini menerima kunjungan dari Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, S.H.

Sekolah ini didirikan khusus untuk memfasilitasi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu agar dapat menempuh pendidikan tanpa beban biaya. Seluruh kebutuhan siswa ditanggung penuh 100% melalui beasiswa dari Pemkab Kediri. Keberhasilan program sekolah ini pun sudah terbukti secara nyata. Angkatan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School mencatatkan pencapaian luar biasa dengan 72,23% lulusannya berhasil melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.

Kisah Haru Siswa: Dari Pencari Kayu hingga Bermimpi Masuk UNHAN

Di balik capaian tersebut, tersimpan cerita-cerita perjuangan luar biasa dari para siswa. Salah satunya datang dari Araynetta Arfacella Al-Bhara, siswa baru asal Desa Satak, Kecamatan Puncu. "Saya sebenarnya ingin sekali sekolah dan tidak ingin bekerja. Tapi karena tidak ada biaya, saat liburan kemarin saya sempat mencoba bekerja mencari kayu untuk dijual. Sampai akhirnya saya mendapat informasi dari guru BK bahwa ada sekolah gratis, yakni SMA Dharma Wanita. Saya langsung mendaftar dan bersyukur bisa diterima di sini," ungkap Araynetta.

Kisah lain datang dari Almora Citra Kirana, siswa yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi kedinasan. "Kita berproses di sini dibantu lewat beasiswa Pemkab Kediri, tentu tujuan utama kita adalah masuk ke perguruan tinggi. Untuk masuk ke PTN tentu tidak mudah dan butuh tes serta bimbel. Saya sendiri ingin masuk ke Universitas Pertahanan (UNHAN) yang memerlukan latihan intensif. Apakah nanti ada fasilitas bimbel di sekolah?" tanya Almora dalam sesi dialog. Pesan Bupati Kediri: "Fokus Belajar Masuk PTN, Urusan Beasiswa Biar Kami yang Cari!".

Menanggapi pertanyaan siswa seperti Oktavia Dewa mengenai kepastian masa depan kuliah mereka, Bupati Kediri menegaskan agar para siswa berfokus penuh pada prestasi akademik. "Kuliah ke depan bergantung pada diri kalian sendiri. Kami di pemerintah daerah akan membantu. Tugas kalian hari ini adalah belajar dulu dan memastikan diri diterima di PTN, karena beasiswa itu dicari, bukan ditunggu. Memang sangat tidak mudah, tapi bisa! Saya minta kalian fokus belajar untuk diterima di PTN, sisanya nanti biar urusan beasiswa menjadi urusan pemerintah dan donatur yang bersedia," tegas Mas Dhito.

Bupati Kediri juga menekankan bahwa sekolah ini adalah satu-satunya SMA yang diawasi langsung oleh Pemkab Kediri. Beliau berjanji akan terus mengawal perjalanan para siswa hingga bisa merubah nasib keluarga. "Silakan kalian berkarya, saya akan awasi kalian sampai lulus di sekolah ini, sampai bisa lanjut di perguruan tinggi. Saya tidak mau semangat kalian turun untuk kuliah, karena hanya itulah satu-satunya cara kalian merubah takdir," tambahnya.

            Mas Dhito turut menceritakan latar belakang berdirinya sekolah ini. Walaupun secara administratif SMA berada di bawah kewenangan provinsi/cabang dinas, para siswa adalah tetap warga Kabupaten Kediri. Beliau terinspirasi setelah melihat ekosistem sekolah Bali Mandara bersama Putera Sampoerna Foundation (PSF). "Semua orang pada hakikatnya punya hak yang sama untuk bisa melanjutkan ke perguruan tinggi dan merubah nasib keluarganya. Cara paling mudah untuk memutus rantai kemiskinan adalah mengangkat salah satu anggota keluarga menjadi sarjana," jelas Bupati.

Bantuan Gawai dan Pesan Karakter Pemimpin

            Dalam kunjungan ini, bentuk perhatian nyata ditunjukkan Bupati Kediri dengan memberikan unit HP baru secara langsung kepada sejumlah siswa yang belum memiliki gawai. Hadiah ini diberikan agar dapat dipergunakan untuk mendukung proses pembelajaran digital di sekolah. Namun, beliau mewanti-wanti seluruh siswa agar bijak menggunakan gawai serta menghindari perilaku bullying.

            Sebagai penutup, Bupati Kediri menitipkan pesan mendasar mengenai pembentukan karakter kepada seluruh siswa SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School: "Dua hal paling mendasar untuk menjadi pemimpin masa depan adalah jujur terhadap diri sendiri serta orang yang dilayani, dan yang kedua harus setia—setia kepada orang yang dipimpin. Kunci beasiswa dan kesuksesan adalah seleksi alam, jadilah pribadi yang loyal dan jujur," pesan Mas Dhito. Kunjungan diakhiri dengan harapan besar agar 100 siswa angkatan baru ini dapat mempertahankan bahkan melampaui capaian prestasi angkatan pertama demi meraih masa depan yang lebih cerah.

K E M I T R A A N