Bawa Nama Sekolah di Kancah Nasional: Guru SMA Dharma Wanita 1 Pare Jadi Fasilitator Program Guru Transformasi di Maluku Utara

Bawa Nama Sekolah di Kancah Nasional: Guru SMA Dharma Wanita 1 Pare Jadi Fasilitator Program Guru Transformasi di Maluku Utara

PARE — Kiprah dan reputasi SMA Dharma Wanita 1 Pare sebagai sekolah berasrama unggulan di bawah naungan Pemerintah Daerah (Pemda) kini kian melesat di kancah nasional. Tidak hanya fokus pada pembinaan karakter dan akademik peserta didik di dalam asrama, para pendidik sekolah ini juga terus berkontribusi aktif dalam mendorong transformasi kualitas pendidikan Indonesia di berbagai daerah.

Terbaru, salah satu pendidik terbaik SMA Dharma Wanita 1 Pare, Duita Cundharani Ridha, S.Pd. (Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris), dipercaya menjadi Fasilitator Putera Sampoerna Foundation - School Development Outreach (PSF-SDO) dalam Program Guru Transformasi (PGT) yang diselenggarakan di Kota Ternate, Maluku Utara.

Program strategis ini merupakan bentuk kolaborasi antara PSF-SDO, Pemerintah Kota Ternate, serta Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara. Pelatihan yang diikuti oleh puluhan guru terpilih dari jenjang SMA dan MAN se-Kota Ternate ini bertujuan untuk mempercepat peningkatan mutu pembelajaran dan kompetensi pendidik di kawasan Indonesia Timur.

Fokus Pembelajaran Modern dan Inovatif

Pelatihan dan pendampingan intensif yang berlangsung selama 5 hari ini dipusatkan di SMAN 5 Ternate. Sebagai fasilitator, Duita Cundharani membawakan materi utama yang berfokus pada pengembangan asesmen pembelajaran serta pembuatan media pembelajaran interaktif.

Untuk menciptakan suasana belajar yang hidup dan berpusat pada peserta (student-centered), materi disampaikan menggunakan ragam metode Cooperative Learning, seperti:

  • RRB (Round Robin Brainstorming)
  • IoC (Inside-Outside Circle)
  • Bus Stop
  • TTDJ (Think-Talk-Do-Judge)

Tak hanya teori, pada hari ketiga para peserta langsung membentuk Lesson Study dan kelompok kerja (model teacher) untuk mempraktikkan simulasi mengajar secara riil.

Jembatani Perbedaan Budaya dengan Dedikasi

Proses penugasan di Ternate memberikan pengalaman berharga terkait adaptasi budaya. Keragaman logat khas Indonesia Timur dan bahasa daerah setempat menjadi tantangan tersendiri yang direspon dengan sikap profesional.

"Setiap hari adalah proses belajar dan adaptasi. Kuncinya adalah menyimak dan mendengarkan dengan seksama. Hal yang sangat berkesan adalah antusiasme para guru peserta yang luar biasa ramah, sangat menghargai fasilitator, hadir jauh lebih awal dari jadwal, serta siap dengan motivasi belajar yang tinggi," ujar Duita.

Dampak Berkelanjutan dan Pengimbasan Ilmu

Keterlibatan pendidik SMA Dharma Wanita 1 Pare sebagai fasilitator nasional ini diharapkan tidak hanya berhenti pada sesi pelatihan, tetapi juga mampu menginspirasi para guru di Maluku Utara untuk mengimbaskan (disseminate) ilmu yang diperoleh ke sekolah-sekolah sekitar.

"Dunia ini sangat luas dan saya meyakini para guru yang mendapati pendampingan ini memiliki potensi luar biasa. Banyak pendidik berbakat di Ternate yang sanggup menyampaikan materi dengan sangat menarik. Harapannya, ilmu ini terus diimbaskan ke lokasi lain yang membutuhkan dan tidak berhenti di diri sendiri," tambah Duita.

Setelah rangkaian fasilitasi tatap muka usai, tugas dilanjutkan dengan penyusunan laporan evaluasi dan refleksi komprehensif guna memastikan ketercapaian tujuan program secara berkelanjutan.

Wujud Kepercayaan dan Penguat Citra Sekolah Unggulan

Kehadiran guru SMA Dharma Wanita 1 Pare di kancah nasional ini semakin mempertegas komitmen sekolah berasrama ini dalam mencetak ekosistem pendidikan yang berdampak luas. Dukungan penuh dari sekolah dan Pemda menjadi bahan bakar utama bagi para pendidik untuk terus bertumbuh dan menginspirasi.

Manajemen sekolah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penugasan ini. Langkah ini bukti nyata bahwa pendidik SMA Dharma Wanita 1 Pare tidak hanya unggul dalam mengawal kehidupan akademik dan pengasuhan siswa di asrama, tetapi juga siap menjadi motor penggerak transformasi pendidikan di tingkat nasional.

Terus menginspirasi dan berkarya! Karena pendidikan Indonesia tumbuh dari mereka yang tak pernah berhenti belajar dan berbagi.


K E M I T R A A N